Aku
merasa sendiri, akku merasa terasingkan. Teman-temanku bahkan membenciku. Meski
mereka tak mengatakannya, tapi akku cukup tau dari pandangan mereka padaku. Mereka
membenciku karena mereka menganggap akkulah yang selalu membuat masalah. Jujur
saja, akku sendiri tak tau apakah akku memang selalu membuat masalah ?? yang akku
tau akku selalu salah dihadapan mereka. Mungkin hanya seorang atau dua orang saja yang
peduli padaku. Yang bersedia ada disampingku. Yang bersedia mendengarkan keluh
kesahku. Andai saja waktu dapat diputar. Aku ingin kembali kemasa-masa iitu. Dimana
akku tak pernah merasa sendiri, tak pernah merasa terasingkan. Dan dimana akku bisa
menjadi diriku sendiri. Mereka dapat menerima segala kekuranganku. Mereka dapat
mewarnai hari-hariku dengan tawa bahagia. Meski sifat kami berlawanan, tapi
kami selalu mencoba untuk saling melengkapi. Tapi sekarang, akku tlah
kehilangan mereka. Meski tak bernar-benar kehilangan. Sekarang, akku hanya bisa
berharap suatu saat nanti akku dapat terbebas dari keadaan ini. Akku mencoba bersabar dengan keadaan ini
karena seseorang pernah berkata padaku bahwa “masalah iitu harus diihadapii, jangan malah dii hiindarii”.
Apakah semua ini terjadi karena akku yang tiidak biisa beradap tasi dengan
lingkungan yang sekarang iini?? Lalu apa artinya teman menurut mereka?? Apa
teman iitu DICARI saat DIBUTUHKAN saja ?? Lalu DIBUANG dan DIINJAK saat TAK
DIBUTUHKAN lagi??
Tidak ada komentar:
Posting Komentar